Beranda / Berita / 'Super flu' di Indonesia tercatat ada 62 kasus, apa saja gejalanya dan apakah meningkatkan risiko kematian?

'Super flu' di Indonesia tercatat ada 62 kasus, apa saja gejalanya dan apakah meningkatkan risiko kematian?

Januari 03, 2026
Infolabmed

 

'Super flu' di Indonesia tercatat ada 62 kasus, apa saja gejalanya dan apakah meningkatkan risiko kematian

PKM SINDANG - Kementerian Kesehatan diminta mewaspadai peningkatan kasus influenza A subclade K yang dikenal dengan super flu. Sebab, varian baru ini "lebih agresif sehingga lebih cepat menular dan menyebabkan gejala yang lebih berat—terutama pada lansia, anak, dan orang dengan penyakit komorbid".

Sebelumnya, Kemenkes menyebut hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.

Adapun secara global, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak akhir September 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.

Subclade K pertama kali terdeteksi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara.

Apa itu super flu?

Istilah "super flu" sebetulnya tidak dikenal dalam terminologi medis. Nama itu popular dipakai sebagai nama umum untuk menggambarkan varian virus influenza yang agresif, mudah menyebar, dan menimbulkan gejala yang lebih berat.

Read more : Pkm Sindang

Bagikan Artikel ini: